Interior Design tentu adalah istilah yang tidak asing bagi kita, bahkan bagi kita yang tidak memiliki latar belakang desain sama sekali. Pengertian desain interior sendiri ialah ilmu yang mempelajari perancangan karya seni dalam suatu ruangan. Seringkali desain interior diidentikkan dengan penataan interior atau bagian dalam dari suatu bangunan, seperti rumah, kantor, restoran dan lain-lain. Ruang lingkup desain interior ternyata cukup luas. Selain itu, mempelajari desain interior juga tak bisa dipisahkan dari desain grafis, prinsip-prinsip dasar serta konsepnya. Berikut adalah penjelasan lengkap seputar prinsip-prinsip dasar dari graphic design bagian desain interior serta beberapa konsep yang sering diterapkan dalam desain interior.

Pengertian Desain Interior dan Prinsip-prinsip Dasarnya

Setelah mengetahui pengertian desain interior, saatnya memahami apa saja prinsip dasar yang diterapkan dalam desain interior. Terdapat tujuh prinsip dasar dalam desain interior. Pertama adalah unity and harmony. Artinya adalah sebuah ruangan akan dianggap sebagai satu kesatuan apabila semua elemen di dalamnya dapat saling melengkpai serta berkesinambungan satu sama lain sehingga dapat menghasilkan komposisi seimbang. Kedua adalah balance sehingga tidak berat sebelah, seperti terlalu condong ke salah satu sisi. Segala sesuatu yang balance atau seimbang juga akan turut menghasilkan unity serta harmony. Ketiga ada vocal point atau aksen yang dapat menjadi daya tarik dari sebuah ruangan. Vocal point dalam satu ruangan bisa berjumlah satu ataupun lebih. Warna serta detail pada bentuk tertentu juga dapat menjadi vocal point. Keempat adalah ritme, yaitu pola pengulangan visual. Ritme juga didefinisikan sebagai pergerakan yang terorganisir atau kontinuitas. Kelima ada detail. Detail ini akan mencakup tiap kelengkapan yang ada pada suatu ruangan. Dimulai dari furniture utama, furniture tambahan sampai dengan furniture artifisial. Detail-detail ini akan berpengaruh pada suasana ruang. Keenam ada skala serta proporsi. Keduanya berjalan secara beriringan karena saling berhubungan satu sama lain. Skala serta proporsi akan berpengaruh pada tingkat kenyamanan penghuni dalam ruangan. Terakhir adalah warna. Warna terutama akan berpengaruh terhadap mood atau suasana dari ruang tersebut. Warna-warna soft terutama akan menciptakan suasana menenangkan, sementara warna-warna cerah dapat memberi suasana yang menyegarkan.

 

Pengertian Desain Interior dan Konsepnya

Terdapat beberapa konsep yang umum digunakan untuk penataan desain. Berikut adalah beberapa di antaranya. Pertama ada konsep rustik yang berarti sesuatu yang sederhana, kasar serta tidak berseni. Desain rustik akan membawa suasana alam ke dalam sebuah ruangan. Gaya ini akan menitikberatkan pada kesan yang alami. Kedua ada konsep klasik yang berasal dari gaya Romawi serta Yunani kuno. Konsep ini terutama akan berbasis pada susunan, keseimbangan serta harmonisasi sempurna. Konsep ini termasuk konsep yang modern serta memiliki banyak titik fokus.  Ketiga ada konsep modern minimalis. Desain ini sudah ada sejak lama sehingga tidak asing lagi untuk diterapkan di dalam rumah. Desain ini sudah berkembang sejak 1920 serta mulai banyak dikenal sejak 1990an. Konsep minimalis akan menghasilkan ruang sederhana namun tetap memiliki nilai estetikanya tersendiri. Terakhir ada konsep futuristik yang mengarah pada masa depan. Citra dari konsep ini mengesankan bahwa ruang tersebut berorientasi ke masa depan atau mengikuti perkembangan zaman dan ditunjukkan melalui ekspresi ruang. Konsep ini juga kadang akan didasarkan pada imajinasi.  Demikian adalah uraian seputar pengertian desain interior serta aneka konsep yang sering diterapkan untuk desain interior.

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *